Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan

Deadline and Level of Creativity



Waktu yang digunakan untuk segudang aktivitas dan kegiatan sering membuat manusia tidak merasakan bahwa waktu berjalan semakin  cepat berlalu.Umumnya dalam setiap kegiatan dan aktivitas kita selalu dibebankan dengan tugas dan tanggung jawab.Dimana tugas dan tanggung jawab  tersebut harus diselesaikan dengan waktu yang sudah ditentukan.Secara otomatis seseorang harus mengejar dari apa yang ditargetkan.Tugas dan waktu yang berjalan seirama,atau bahkan tidak seimbang membuat manusia yang mempunyai segudang aktivitas sering “kedodoran” dalam mengatur mana yang harus didahulukan dan mana yang harus dikemudiankan.
Dari hal tersebut perlu adanya aktivitas manajemen waktu.Manajemen waktu mempunyai fungsi dan tujan.Salah satunya yaitu merencanakan dan mengatur kegiatan apa saja yang harus difokuskan.Dan tujuannya yaitu mencapai sesuai target yang ditentukan.
Kegiatan manajemen waktu tidak hanya ditujukan kepada pekerja professional saja.Namun juga ditujukan kepada seorang kaum terdidik (mahasiswa).
Dalam institusi pendidikan terutama mahasiswa,juga mempunyai yang namanya tugas dan tanggung jawab.Sama seperti pekerja professional.
 Menurut survey seorang mahasiswa dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya ,80% menyelesaikan tugas nya dengan waktu H-1 atau bahkan H- (beberapa jam).Artinya  tugas yang dibebankan dari dosen jauh-jauh hari,dikerjakan dan diselesaikan oleh mahasiswa satu hari sebelum waktu yang ditentukan,atau bisa jadi hanya dengan beberapa jam sebelum waktu yang ditentukan.
Luar biasa sekali pemirsaaa.Tepuk tangan terlebih dahulu untuk kawan-kawan kita.
Faktanya,seseorang akan mengalami tingkat kreatifitas yang tinggi ketika sedang dikejar waktu.Mereka akan memaksa untuk memeras pikiranya jauh lebih kencang dari sebelumnya.
Hal tersebut berbeda dengan seseorang yang mengerjakan tugas jauh sebelumnya.Memang benar tugas dan tanggung jawab dianjurkan untuk dikerjakan secara tenang dan santai,agar hasilnya lebih rapi dan maksimal.Tapi tingkat kreatifitas dan tantangannya kurang greget dibanding menyelesaikan tugas dengan waktu H-1 atau H-Beberapa jam saja.
Sekilas aja deh informasi mengenai tingkat kreatifitas dan manajemen waktu.Bukan berarti untuk mendapatkan kreatifitas yang tinggi kita setiap hari harus mengerjakan tugas dengan waktu mendadak.
Bukan kreatifitas yang didapat namun kurang maksimal dari tugas tersebut atau bisa jadi berantakan dan tak terselesaikan.


Good Luck.Semoga bermanfaat.

Definisi Kewirausahaan




KEWIRAUSAHAAN

K       - Kenali potensi diri sendiri (Minat/Bakat/Hobi)
E       - Ekplorasi potensi atau peluang yang ada disekitar anda
W      - Waspadai ancaman perubahan lingkungan bisnis
I        - Intropeksi kelemahan yang ada pada diri sendiri
R       - Rangkul mitra kerja yang mampu dan dapat dipercaya
A       - Awali kegiatan dari bisnis kecil-kecilan
U       - Usahakan pemberdayaan potensi local
S       - Siapkan pelaksana yang tangguh dan terampil
A       - Atur dan kendalikan kegiatan
H       - Hadapi pesaing dengan taktik dan strategi jitu
A       - Antisipasi kemungkinan resiko dan ketidakpastian
A       - Ambil hikmah dari setiap kegagalan
N       - Nikmati hasil sebatas kebutuhan

Membangun loyalitas karyawan



Tingkat produktifitas perusahaan sangatlah besar pengaruhnya terhadap loyalitas dan prestasi karyawan.Maka dari itu banyak pemimpin yang menginginkan karyawannya mempunyai loyalitas yang tinggi dan prestasi yang baik.
Lalu bagaimana bagaimana seorang pemimpin bisa memotivasi agar terbentuk karyawan yang memiliki loyalitas tinggi?
Hal itulah yang selalu muncul dibenak para pemimpin perusahaan.Karena perusahaan juga menginginkan tingkat produktifitas dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan.
Bagaimana tidak motivasi tersebut bisa memunculkan komitmen yang besar untuk rela berkorban.Bentuk pengorbanannya macam-macam tidak hanya jam lembur atau pekerjaan diluar “job desc” saja.Tapi juga siap berjuang secara ikhlas mengorbankan energy dan pemikirannya demi perusahaan yang ditinggali.Bisa jadi mereka rela dan ikhlas tidak untuk digaji ketika suatu saat perusahaan mengalami masa kritis atau kemerosotan pendapatan.Waow rasanya luar biasa sekali bisa menciptakan karakter karyawan yang loyalitas terhadap perusahaan anda.
Dengan seperti itu  mereka akan mendukung dan berusaha bekerja secara tanggung jawab untuk kemajuan perusahaan yang anda miliki.
Namun jangan lupa,dukung mereka juga untuk mendapatkan apa yang menjadi hak mereka ketika mereka sudah memberikan semua pengorbanan terhadap perusahaan anda.
Biasanya seorang pemimpin dalam menciptakan loyalitas untuk para karyawanya,dengan menggunakan 5 konsep:
  1. Bukan bentuk uang
Uang merupakan segalanya untuk memberikan motivasi terhadap karyawan namun jangan hanya memberikan insentif yang besar namun berikan pendidikan agar dalam hati mereka memiliki rasa memilik terhadap perusahaan.
  1. Penghargaan
Penghargaan disini tidak hanya menekankan uang atau tanda jasa lainnya.Yang terpenting adalah lebih memperhatikan dan tidak memberikan jarak antara pemimpin dan karyawan.Penghargaan itu lebih penting dibanding penghargaan yang lainnya..
  1. Kebanggaan
Buat karyawaan memiliki rasa bangga bahwa dia bekerja di tempat anda.Dengan rasa memiliki karyawan membuat karyawan semakin termotivasi untuk ikut serta dalam pengembangan dan kemajuan perusahaan anda.
  1. Kultur Bisnis
Kenyamanan karyawan berawal dari kultur atau budaya yang dibentuk perusahaan dalam proses manajemen nya.Maka dari itu pemimpin harus menciptakan kebiasaan-kebiasaan atau adat yang baik bagi karyawaanya.
  1. Orisinilitas
Pemimpin harus secara bersungguh-sungguh dalam upaya mensejahterakan para karyawaannya.

Program pemberdayaan masyarakat



Dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat perlu adanya suatu wadah yang bisa menampung aspirasi dan usaha bersama.Salah satu nya dengan Koperasi,adanya koperasi bisa sebagai wadah yang tepat dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan upaya menggerakan roda perekonomian masyarakat.
Menurut Undang-undang No. 25 Tahun 1992
Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yangberdasarkan atas asas kekeluargaan.

Jenis Koperasi menurut fungsinya

  •         Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.

  •       Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.

  •         Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.

  •        Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.

 Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), 
sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).

Prinsip Koperasi
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa masing-masing anggota
4. Pembagian balas jasa yang terbatas terhadap modal
5. Kemandirian
6. Pendidikan perkoperasian
7. Kerjasama antar koperasi

Struktur Internal Organisasi Koperasi umumnya terdiri dari 3 unsur yaitu :
1. Unsur Perangkat Organisasi Koperasi
- Rapat Anggota
- Pengurus
- Pengawas
2. Unsur Dewan Penasehat atau Penasehat
3. Unsur pelaksana yaitu manajer dan karyawan




Reward And Punishment




Pemberian Reward dan Punishment dari perusahaan kepada  karyawan tidak hanya membantu karyawan memahami dan mengetahui hak dan kewajibannya.Namun juga memunculkan self management dan membantu perusahaan dalam mengontrol karyawan.Secara tidak langsung konsumen ikut merasakan hal tersebut.
Perusahaan jasa kuat dikaitkan dengan kepuasan para konsumen.Jika pengguna jasa merasa aman dan nyaman atas pelayanan jasa yang diberikan maka citra baik dan keberlangsungan perusahaan kedepan akan semakin membaik.
Dalam membangun citra baik perusahaan ,perlu adanya kerjasama yang baik pula antara karyawan dan manajemen perusahaan.Hal tersebut dapat diciptakan dengan memberikan reward kepada karyawan yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan tentunya telah memberikan pelayanan jasa yang bisa menarik simpati konsumen dengan baik.
Simpati yang baik dari konsumen secara tidak langsung akan menciptkan konsumen yang amplifer yaitu konsumen yang mampu menyebarkan citra perusahaan kepada orang lain.
Dari apa yang dilakukan tersebut perusahaan berhasil menciptakan employee engagement karena tercipta keserasian antara karyawan dan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab yang sama untuk mencapai visi yang berujung pada kesuksesan bersama.

Sanksi tegas atau Punishment juga harus diterapkan perusahaan untuk mempertahankan citra perusahaan.Punishment ini bisa diberikan kepada karyawan yang istilah jawa nya “mokong”.Apalagi dalam perusahaan jasa yang menyangkut keluhan konsumen.Karyawan tersebut harus dikenakan sanksi.Karena terkait mengenai citra perusahaan.
Punishment harus diberlakukan kepada seluruh jajaran perusahaan.Baik kepada karyawan baru ataupun karyawan senior.Maka dari itu Reward dan Punishment harus disejajarkan agar tercipta keseimbangan hak antara konsumen dan perusahaan untuk memajukan perusahaan.